Laman

Jumat, 27 Desember 2013

Pertumbuhan Fase Bibit Tanaman Ganja

pertumbuhan ganja pada masa pembibitanPertumbuhan fase pembibitan tanaman ganja
Pada fase pertumbuhan ini tanaman ganja memiliki satu batang yang tumbuh keatas dan masih memiliki  cotyledon sebagai cadangan makanannya,karena akar yang dimiliki oleh tanaman ganja pada fase ini belum dapat memenuhi jumlah pasokan bahan makanan yang digunakan untuk proses tumbuh,dikarenakan kondisi akar yang masih belum dapat mengumpulkan sari-sari makanan secara optimal dan masih dalam kondisi rapuh.
pertumbuhan ganja pada masa pembibitan
Pada fase ini tanaman ganja sangat sensitif dan sangat perlu perawatan yang intensif karena pada fase ini tanaman lebih rentan mati.
pada fase ini pembudidaya harus memiliki banyak kesabaran, karena setidaknya harus menjaga dan menunggu sampai tanaman ganja dapat di pindahkan ke media tanam yang memiliki volume lebih besar.

pembibitan
Masa pembibitan tanaman ganja
Pada umumnya tanaman ganja memiliki fase seedling yang berbeda-beda berdasarkan jenis serta kondisi tempat pertumbuhan tanaman ini. usia untuk fase pembibitan ini adalah antara 1-4minggu. Beberapa pembudidaya menandai bahwa masa fase pembibitan ini berahir adalah dengan daun cotyledon telah layu serta daun pertama yang tumbuh akan terlihat menguning.
ahir masa pembibitan
ahir masa pembibitan
untuk pertumbuhan optimal perlu diperhatikan untuk masa pembibitan ini ialah:
bibit setidaknya memerlukan setidaknya 16 jam masa cahaya dan 8 jam kondisi gelap,banyak dari berbagai pengalaman pembudidaya seringkali memberikan 18-24 jam masa cahaya dengan harapan tanaman tumbuh lebih cepat, akan tetapi masih banyak perdebatan tentang pemberian 24 jam cahaya, karena masih ada yang beranggapan bahwa tanaman ganja juga memerlukan siklus malam guna pertumbuhan akar.sebagian keterangan pembudidaya jika masa bibit ini diberikan 16 jam kondisi pencahayaan dan 8 jam kondisi gelap, maka bibit yang akan tumbuh cenderung menjadi tanaman dengan jenis kelamin betina.
bagian pencahayaan sangat penting, untuk biaya yang terjangkau dan hasil yang optimal, lebih disarankan menggunakan lampu dengan jenis T5 fluorescent 5600K untuk ukuran wattnya disesuaikan dengan jumlah bibit yang ada
Lampu T5 fase pembibitan tanaman ganja
Lampu T5 fase pembibitan tanaman ganja
jarak antara tanaman dengan lampu adalah 2 sampai 6 inci atau 5-15cm dari tanaman.

kondisi akar yang rapuh mengakibatkan tanaman ganja membutuhkan suhu yang hangat dan konstan 25° – 27°C.
jangan terlalu banyak memberikan air pada fase ini,karena akar sangat rentan busuk jika dalam kondisi terlalu banyak air.
pada fase pertumbuhan tanaman ganja dalam waktu 10-14 hari harus memiliki daun sejati yang berukuran lebih besar dari cotyledon.pada masa ini kelembaban adalah yang paling perlu dijaga.
yang paling perlu diperhatikan untuk menjaga kelembaban ialah. jangan kita gunakan tempat Pengatur kelembaban,karena pertumbuhan bibit dari biji berbeda dengan pertumbuhan bibit dari kloning [kloning akan dijelaskan lebih lanjut].
Jangan Memberikan Pemupukan yang berlebihan pada saat fase ini, bahkan pada fase ini termasuk juga pada tanaman cloning, tidak diperkenankan memberikan pupuk.jangan memberi pupuk bibit ganjaSerta tidak kalah penting yang perlu diperhatikan oleh pembudidaya adalah,merawat tanamannya dengan penuh kasih sayang.
Share:

Kloning pada tanaman Ganja

Membuat kloning pada tanaman ganja merupakan salah satu cara budidaya yang paling efisien, karena sangat menghemat waktu dan juga membuat hasil yang baik dari budidaya tanaman ganja. kloning dalam tanaman ganja berarti membudidayakan tanaman ganja dengan metode memperbanyak tanaman dengan cara memotong salah satu ranting paling ujung dari tanaman induk ganja.
Tanaman induk ganja adalah tanaman ganja yang kita budidayakan dan diseleksi menurut kualitas yang kita inginkan, pada umumnya adalah tanaman dengan jenis kelamin perempuan dengan kualitas terbaik. Tanaman induk ganja harus dijaga agar selalu pada fase vegatatif dengan cara memberikan siklus cahaya 18-24 jam masa cahaya.

metode kloning ini adalah dengan cara memotong ranting tanaman ganja dan memaksa tanaman ganja untuk bertahan hidup setelah di potong dari tanaman induknya,karena pada potongan ranting tersebut tidak memiliki akar, maka secara alami proses bertahan hidup tanaman ganja memerlukan rangsangan secara kimia agara akar ditumbuhkan dan tanaman ganja tetap hidup.
memulai kloning tanaman ganja
untuk memulai proses kloning kita perlu menyiapkan bahan dan peralatannya yaitu.
induk tanaman
jika jenis induk tanaman ganja yang akan kita kloning termasuk tanaman yang sulit untuk di budidaya dengan cara kloning maka ada pembudidaya perlu untuk menyiapkan induk tanaman sebelum proses kloning yaitu.
  • siram tanaman ganja dengan air yang sedikit melimpah selama satu minggu sebelum proses kloning, ini berfungsi untuk mencuci kandungan nitrogen dalam tanama.dan proses drainase harus dalam kondisi bagus.
  • pilih cabang yang digunakan untuk proses kloning dari bagian bawah tanaman.
  • jangan memberikan pupuk terlebih dahulu pada tanaman induk.

peralatan kloning

yang perlu dipersiapkan yaitu.
gunting
gunakan gunting yang steril dan bersih pada proses kloning
pisau silet
pisau silet yang steril yang akan kita gunakan, agar mencegah bakteri yang dapat mngakibatkan tanaman ganja menjadi membusuk.
tempat kloning dan media
tempat kloning adalah temat dimana tanaman yang sudah dipoting ditempatkan dan dibiarkan tumbuh, media tanam dapat menggunakan tanah organik, rockwool,maupun Floral Foam.
gelas kecil
persiapkan dua buah gelas kecil yang nantinya digunakan untuk air dan menaruh hormon penumbuh akar.
hormon penumbuh akar
hormon penumbuh akar digunakan sebagai perangsang tumbuhnya akar secara kimiawi, hormon akar ini banyak sekali jenisnya yang beredar di pasaran, pembudidaya dapat menyesuaikan kebutuhan hormon akar ini berdasarkan harga dan dan kualitas hormon penumbuh akar ini.
                            
hormon akar dapat di beli di toko tanaman hias terdekat.
dome / tempat untuk menjaga kelembaban.
berfungsi untuk menjaga kelembaban udara dari tanaman ganja yang sedang dalam proses kloning. kita dapat memanfaatkan berbagai benda bekas yang berada disekitar kita untuk tempat kloning ini.
kita dapat memanfaatkan botol plastik bekas untuk digunakan sebagai tempat menjaga kelembaban.
Langkah-langkah Kloning Tanaman Ganja
siapkan hormon akar kedalam gelas kecil, lalu siapkan gelas kecil satu lagi guna tempat potongan cabang dan diberikan air biasa.
potong bagian cabang dari induk tanaman yang ingin digunakan sebagai kloning dengan kemiringan 45 derajat menggunakan pisau silet yang sudah di sterilkan.

potong cabang daun bagian bawah  dan berikan sayatan kecil pada bagian pangkal potongan ranting.
lakukan hal diatas untuk pemotongan cbang berikutnya,dan sambil menunggu semua cabang selesai, letakan potongan cabang cloning pada gelas yang berisi air agar potongan cabang tetap dalam kondisi segar.

berikan sayatan kecil pada pangkal kloning guna pertumbuhan akar,
akar yang akan tumbuh dari pangkal kloning akan nampak seperti gambar dibawah ini.
kemudian celupkan pangkal kloning pada hormon akar yang telah kita siapkan.

setelah pangkal ranting kloning dicelupkan pada hormon akar, maka kloning siap diberikan ke media tanam  yang telah disediakan.

untuk ranting kloning yang memiliki daun banyak maka trim atau pemotongan pada daun yang lebar akan diperlukan, ini berfungsi untuk mengurangi penguapan yang terjadi pada daun tanaman ganja yang dikloning.
setelah semua tahap diatas, maka masukkan ganja ke dalam tempat kloning atau dome , dengan menyemprot tanaman ganja dengan air terlebih dahulu, yang bertujuan untuk menjaga kelembaban udara serta suhu ruangan tempat kloning.
semprot tanaman ganja kemudian bungkus dengan penutup agar kelembabanya terjaga.
tanaman ganja dalam proses kloning membutuhkan kelembaban yang sangat tinggi yaitu 95-100 persen kelembaban udara, ini dibutuhkan pada minggu pertama.
sedangkan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan kloning berkisar pada 18°-24°C dan suhu pada media tempat akar akan tumbuh adalah 24°-27°C, suhu yang terlalu panas diatas 29°C akan menyebabkan kerusakan pada akar.
untuk cahaya berikan siklus 18-24jam masa pencahayaan pada kloning.untuk menghemat energi pada masa kloning ini dapat menggunakan lampu T5 fluorescent dengan jarak 0.5-1m diatas kloning.
kloning akan siap untuk dipindahkan ke media tanam yang diinginkan setelah akar tumbuh kuat, yaitu pada usia 10-21 hari, untuk pertumbuhan yang optimal dan sesuai yang kita inginkan pastikan akar harus dalam kondisi kuat sebelum dipindahkan ke media lain yang diinginkan.
Kondisi akar kloning tanaman ganja yang berusia seminggu
Kondisi akar kloning tanaman ganja yang berusia seminggu
setelah tanaman dipindahkan, kloning memasuki masa vegetatif dan siap untuk tumbuh, dan dalam beberapa bulan siap untuk memasuki masa berbunga.
perlu diperhatikan :
  • pastikan akar tanaman ganja dari hasil kloning dalam kondisi yang kuat saat di pindahkan ke media tanam yang diinginkan.
  • jangan gunakan pupuk apapun pada saat proses kloning
Botol bekas Sebagai Media Kloning Tanaman Ganja
Share:

Mengenai Masa Berbunga Tanaman Ganja


Budidaya Ganja Awal Berbunga

Budidaya Ganja Awal masa Berbunga

Tahap awal berbunga dan masa berbunga adalah satu bagian yang paling menyenangkan menurut saya dari setiap tahap pertumbuhan ganja (khususnya tanaman ganja betina),karena dari kerja keras serta kesabaran yang kita bangun akan menciptakan rasa kepuasan tersendiri. Pada roses identifikas jenis kelamin ganja pernah kita bahas bahwa tanaman ganja menunjukan jenis kelamnnya pada masa awal berbunga dan untuk budidaya dalam ruangan pemberian siklus waktu antara perbandingan siang dan malam kita atur dalam siklus 12/12. dengan menjaga pencahayaan tetap pada siklus tersebut maka kita menjaga tanaman ganja tetap pada masa berbunga yang baik.pada budidaya luar ruangan secara natural tanaman ganja berbunga bervariasi antara jenis sativa dan indica maupun ruderalis.


Pada umumnya tanaman dengan jenis kelamin jantan akan mengalami masa berbunga lebih awal dibanding dengan tanaman betina.pada bunga jantan untuk memastikan bahwa serbuk sari sampai kepada putik, bunga jantan akan tumbuh sangat rapat dengan pertumbuhan polen yang rapat pada ketiak daun maupun pucuk tanaman,polen akan gugur setelah serbuk sari yang terdaat didalamnya terleas ke udara atau olen sudah mekar. sedangkan pada tanaman betina pembungaan akan memakan waktu selama 2-3 bulan bahkan dapat lebih apabila tanaman tidak mengalami penyerbukan sampai perubahan musim (budidaya luar ruangan), tanaman betina akan terus memproduksi bunga apabila tidak terjadi penyerbukan yang mengakibatkan tanaman memproduksi biji.
Pembudidaya ganja pada umumnya memiliki tujuan yang berbeda-beda, Jika anda bertujuan untuk memuliakan tanaman ganja dengan cara regenerasi maka persilangan antara jenis ganja akan menjadi suatu hal yang sangat menarik dan penuh kejutan karena jenis yang kita silangkan akan menghasilkan benih yang belum kita perkirakan dan harapan dari pemuliaan tanaman tersebut adalah untuk mendapatkan benih dengan kualitas terbaik.tanaman jantan dengan kualitas dan jenis yang bagus akan sangat diperlukan bagi pembudidaya yang memproduksi bibit.
Lain halnya jika pembudidaya menginginkan budidaya Sinsemilla yaitu hanya tanaman dengan jenis kelamin betina yang memroduksi THC dalam kadar yang tinggi maka pembudidaya harus segera membumihanguskan tanaman jantan saat telah terindikasi jenis kelaminnya sebelum polen mekar dan menyebabkan serbuk sari terlepas ke udara.
Masa Berbunga ganja 3 Minggu
Masa Berbunga ganja 3 Minggu ” Budidaya Ganja”
Pada sebagian besar pembudidaya ganja yang menggunakan metode gerilya di indonesia seperti halnya pembudidaya ganja yang ada di sumatra,dikarenakan kondisi kebutuhan sering kali embudidaya tidak memisahkan antara tanaman jantan dan betina sehingga tanaman yang seharusnya dapat berbunga lebat akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat karena gizi yang diserap oleh tanaman betina lebih diutamakan untuk dimanfaatkan memproduksi biji guna regenerasi daripada menumbuhkan bunga baru dan memproduksi THC, hal ini yang menyebabkan penurunan kualitas tanaman ganja apabila akan dimanfaatkan untuk memproduksi THC.
Yang akan sangat perlu diperhatikan ialah Nutrisi yang diberikan kepada tanaman.Tanaman Ganja Memiliki Unsur Pokok Nutrisi yang harus dipenuhi yaitu N-P-K ,untuk masa berbunga berbeda dengan masa pertumbuhan vegetatif.pada masa vegetatif memerlukan kandungan N (Nitrogen) yang tinggi guna pembentukan zat hijau daun (Chlorophyll) serta tunas baru, maka pada masa berbunga ini tanaman ganja lebih cenderung memerlukan nutrisi yang digunakan sebagai energi pembentukan biji.Nutrisi yang berperan adalah fosfor (P), dan kalium (K)
***Kalium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang K dan nomor atom 19. Kalium berbentuk logam lunak berwarna putih keperakan dan termasuk golongan alkali tanah. Secara alami, kalium ditemukan sebagai senyawa dengan unsur lain dalam air laut atau mineral lainnya. Kalium teroksidasi dengan sangat cepat dengan udara, sangat reaktif terutama dalam air, dan secara kimiawi memiliki sifat yang mirip dengan natrium. Dalam bahasa Inggris, Kalium sering disebut Potassium.***
sebagai contoh perbandingan antara kandungan pemupukan N-P-K fase vegetatif dan berbunga,
Veggy : 5-1-1
flowy : 1-4-5
Sebagai Catatan :
Beberapa Pembudidaya dalam ruangan sering menggunakan trik yaitu memberikan waktu siklus gelap selama 36 jam penuh sebelum memberikan siklus 12/12, dengan begitu tanaman akan terpicu berbunga karena kondisi gelap panjang merupakan signal untuk memulai masa berbunga yang tentu saja konon (karena sedang di uji coba :D) menggurangi resiko stress tanaman ganja akibat pergantian siklus.
Share:

Legalitas perlindungan ganja

Kali ini saya akan membahas mengenai seberapa penting judul diatas menurut pandangan perspektif saya,disni saya asumsikan pembaca telah mengerti dan sedikit memahami akan kondisi yang dialami oleh bangsa Indonesia saat ini tentang pandangan pemerintah yang di refleksikan (cenderung di paksakan) kedalam pandangan sebagian besar masyarakat.
Tanaman ganja beserta semua jenis turunannya yang dianggap sebagai musuh utama dari Perang Narkotika tumbuh sangat subur di belahan bumi nusantara ini.varietas unggul yang ada di pelosok hutan yang bahkan belum tercatat namanya merupakan khasanah kekayaan hayati yang seharusnya dilndungi dan di patenkan oleh pemerintah.sesuai dengan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN,akan tetapi yang dilakukan oleh “Perang Narkotika” saat ini adalah kebalikan dari undang-undang tersebut,lahan ganja yang luas di sumatra serta daerah lain yang banyak memiliki varietas liar dengan berbagai keunggulan dalam segi kualitas maupun jenis langka akan musnah (atau malah di patenkan oleh negara luar).
Sebenarnya bukan ingin berkiblat karena mengacu usaha legalitas tanaman ganja kepada negara-negara yang memiliki hukum legalitas ganja sedikit longgar,hanya saja apabila saat ini kita melihat bahwa kondisi kekayaan serta potensi yang dimliki oleh indonesia untuk ganja akan menjadi rebutan negara-negara maju, maka indonesia harus segera memperbaharui hukum dan kebijakan mengenai tanaman ini,hukum di indonesia saat ini saja sudah tidak berpihak bagi kaum petani lokal dan mementingkan pemenuhan kebutuhan dalam negri yang seharusnya dengan peningkatan dan pengembangan potensi pertanian lokal tetapi dipenuhi dengan jalan impor serta membeli dari negara-negara maju dengan uang rakyat.di negara yang memiliki hukum legalitas tanaman ganja yang tidak begitu ketat (kita misalkan Amsterdam), saat ini memiliki banyak sekali pembudidaya yang mengembangkan berbagai varietas unggul Yang mereka murnikan selama bertahun-tahun telah mendominasi berbagai pasar yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bagi kebutuhan kesehatan dan obat-obatan serta berbagai pemanfaatan Lainnya.
Proses yang sangat rumit untuk untuk pemuliaan varietas baru secara genetik memerlukan waktu yang lama serta melibatkan pemilihan secara selektif tanaman ganja dengan spesifkasi tanaman yang diinginkan serta diadakan pensetabilan varietas untuk didistribusikan menjadi benih yang berkualitas. seperti yang dilakukan oleh pembudidaya luar negri.
Bagi pembudidaya ganja siapa yang tidak kenal dengan Arjan “The King of Cannabis” dan franco “Strain Hunters”, dengan project mereka Strain Hunters yang membuat Film dokumenter dengan mencari  jenis Varietas unggul tanaman ganja yang tumbuh liar di berbagai negara, Maroco, India, afrika serta berbagai negara lain, kita bisa melihat pada ekspedisi mereka ke india,di india masyarakat memanfaatkan tanaman ganja sejak jaman kuno dalam kepercayaan terhadap agama yang mereka anut.namun karen pengaruh peraturan modern yang bukan berasal dari masyarakat india, maka pemerintah india pun melarang tanaman yang sejak ribuan tahun lalu sudah di manfaatkan oleh masyarakat india ,pemerintahnya mulai memusnahkan temat-tempat dimana ganja tumbuh liar dengan berbagai varietas unggul didalamnya.
Lalu bagaimana kondisi di negara kita tercinta ini?Seberapa Berambisinya pemerintah Indonesia Untuk Memusnahkan tanaman ganja ini, seberapa pula perhatian yang diberikan indonesia guna pemanfaatan dan perlinduangan varietas ganja yang tumbuh di indonesia?
Perkara Ganja Di indonesia saat ini ternyata tidak jauh berbeda dengan masyarakat india,dengan adanya UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA yang masih menggolongkan ganja sebagai Narkotika golongan 1 yang berarti tidak dapat dimanfaatkan sama sekali tanaman dengan berbagai potensi yang ada di dalamnya.Lantas sampai dimana budidaya ganja saat ini? saat ini kita semua tahu bahwa budidaya ganja yang dilakukan dengan alasan apapun adalah kegiatan ilegal yang digolongkan tindak pidana kriminal, hal nilah yang membuat budidaya ganja sangat sulit dilaksanakan secara Legal di indonesa. Ini adalah sebuah perjuangan. saat ini Pandangan tanaman ganja di indonesia ada pada bidang kesehatan. sesuai dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Pasal 12
(1) Narkotika Golongan I dilarang diproduksi dan/atau digunakan dalam proses produksi, kecuali dalam jumlah yang sangat terbatas untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(2) Pengawasan produksi Narkotika Golongan I untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyelenggaraan produksi dan/atau penggunaan dalam produksi dengan jumlah yang sangat terbatas untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.
dan penjelasan mengenai Pasal 12 Ayat (1) adalah “Dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan “produksi” adalah termasuk pembudidayaan (kultivasi) tanaman yang mengandung Narkotika.Yang dimaksud dengan “jumlah yang sangat terbatas” adalah tidak melebihi kebutuhan yang diperlukan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.”
dan kalau ada pertanyaan mengenai ganja yang dimanfaatkan oleh pemerintah guna kepentingan farmasi dibawah badan POM maka tentu juga menyangkut mengenai KETENTUAN PENANAMAN PAPAVER, KOKA, DAN GANJA (Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1980) ,lantas bagaimana keselamatan varietas tanaman ganja?, oleh undang-undang penelitian mengenai pemanfaatannya adalah lembaga ilmu pengetahuan yang secara khusus atau yang salah satu fungsinya melakukan kegiatan percobaan penelitian dan pengembangan. seharusnya Lembaga Negara Yang Berkaitan dengan Penelitian Tanaman dan Hak paten Mengenai Perlindungan Varietasnya turut serta bertanggungjawab.
Akan tetapi saat ini penelitian secara individu atau penelitian lembaga ilmu pengetahuan  yang tanpa izin menanam,membeli, menyimpan, atau menguasai tanaman Narkotika bukan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dikenakan pasal Pasal 147 uu no 35 th 2009. dan sedangkan pemerintah masih memandang dari segi farmasi saja, dan lembaga lain yang berkaitan dengan budidaya masih dikesampingkan dan dianggap belum perlu, padahal semakin hari “Perang terhadap Narkoba” masih menggagap tanaman ini sebagai tanaman yang berbahaya dan pemberantasan Narkoba selalu menghancurkan habitat serta berbagai usaha dalam pemuliaan tanaman ini.tentu saja tidak sesuai dengan pertimbangan bahwa sumberdaya alam nabati yang jenisnya beraneka ragam dan mempunyai peranan penting bagi kehidupan adalah karunia Tuhan Keada Bangsa Yang Sangat Subur Ini.
Saat ini kita semua masih menunggu hasil dari budidaya ganja oleh pemerintah secara legal guna dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan bukan sebagai kekayaan khasanah sumber daya alam yang beraneka ragam.semoga kita bisa membandingkan relevansi hasil penelitian mereka dengan journal-journal penelitian ganja di luar negri, asalkan tidak ada kongkalikong dan jujur dalam pelaksanaannya.keputusan mentri tersebut berlaku untuk 3 tahun.
Peraturan Legalitas penanaman Ganja Saat ini dapat kita tinjau dari keputusan mentri kesehatan No 132/Menkes/SK/II/2012 Yang memberikan Izin Menanam , Menyimpan dan Menggunakan Tanaman Papaver,Ganja dan Koka. Kepada : Laboratorium Balai Besar penelitian dan Pengembangan Tanaman dan Obat Tradisional Kepada Kementrian Kesehatan yang beralamatkan di tawangmangu, surakarta dengan penanggungjawab dari UGM yaitu Awal Prichatin Kusumadewi, M.Si,Apt
Jadi Kalau Ingin Melihat Tanaman Legal Yang Ditanam Pemerintah Alamatnya Bisa Dilihat,disini saya cantumkan undang-undang tersebut pada Slideshow berikut.
for highway
Share:

Pertumbuhan Fase Vegetatif Tanaman Ganja


Fase Vegetatif Ganja Luar Ruangan
Fase Vegetatif Ganja Luar Ruangan

Tanaman ganja memasuki fase masa pertumbuhan vegetatif setelah empat sampai eman minggu,ahir pertumbuhan masa bibit.secara alami fase vegetatif ini adalah saat dimana tanaman ganja tumbuh dengan sangat cepat selama siklus hidupnya.
tanaman ganja akan menghasilkan banyak pertumbuhan daun baru dan memerlukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan fotosintesisnya.
Tanaman Ganja akan mengalami fase vegetatif jika diberikan fase siklus cahaya selama 18-24jam masa cahaya,hal ini sering diadaptasi pada budidaya ganja dalam ruangan guna mengatur siklus cahaya selama fase pertumbuhan tanaman ganja yang digunakan sebagai induk tanaman serta memperbanyak jumlah hasil produksi tanaman ganja.

dengan pertumbuhan vegetatif yang berpengaruh pada tanaman ganja tersebut.
para pembudidaya dalam ruangan akan sangat mudah guna menentukan ataupun memaksa kapan waktu tanaman ganja tersebut memasuki masa produksi bunga atau masa pembungaan tetapi tetap mempertimbangkan kapan waktu yang tepat untuk memulai siklus pembungaan ,para pembudidaya dalam ruangan hanya tinggal memberikan siklus 12/12 yaitu dengan proses masa 12 jam pencahayaan dan 12 jam masa gelap maka tanaman ganja akan terpicu untuk memasuki fase pembungaan.
Dalam budidaya luar ruangan tanaman ganja bergantung dengan musim,serta iklim tempat tanaman tersebut tumbuh,pertumbuhan ganja pada iklim tropis tentu saja akan berbeda pada iklim sub-tropis maupun iklim sedang serta iklim dingin.

Indonesia mengalami iklim tropis serta mengalami 2 musim,tanaman ganja yang tumbuh kebanyakan adalah berjenis sativa yang mempunyai jangka siklus hidup yang panjang jika dibandingkan dari jenis tanaman ganja yang lain,penggunaan pola tanam berbasis musim diadaptasi di indonesia sudah sangat lama sekali oleh pembudidaya di daerah aceh dan sumatra utara,yang memiliki iklim 2 musim serta vegetasi tanah yang sangat subur.Perhitungan pola tanam dan pertumbuhan vase vegetatif dan pembungaan ditentukan berdasarkan musim.
jenis sativa adalah tanaman yang dapat tumbuh dengan sangat tinggi, apalagi jika hidup pada lingkungan luar ruangan,sativa dapat tumbuh sangat tinggi dan dapat mencapai 2 meter lebih atau semaksimal mungkin.

berbeda sekali dengan jenis indica yang mengalami siklus hidup tanaman yang lebih pendek jika ditanam pada luar ruangan.
pada fase vegetatif ini banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan oleh pembudidaya baik di dalam maupun di luar ruangan.
pencahayaan
untuk budidaya dalam ruangan diperlukas siklus pencahayaan antara 18-24jam masa terang dalam siklus 24 jam.pada pembudidayaan dalam ruangan menggunakan suplai cahaya lampu compact fluorescent [CFL] ,High pressure sodium [HPS] ataupun Metal Halide jumlah daya atau watt dari lampu ditentukan dengan kondisi ruangan dan jumlah tanaman.yang perlu diperhatikan ialah Suhu warna [http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu_warna] yang dipancarkan oleh lampu,Suhu warna biasanya menggunakan satuan Kelvin (K), pada masa vegetatif ini tanaman ganja diberikan suhu warna 5600k atau setara Daylight [Siang hari] dan diganti menggunakan 2700k Warm White [putih hangat] saat memasuki masa berbunga, serta dapat pula menggabungkan dua suhu warna dalam pertumbuhan fase vegetatif ini.
Grafik untuk Suhu Warna Tanaman ganja
Grafik untuk Suhu Warna Tanaman Ganja
untuk budidaya luar ruangan biasanya para pembudidaya menggunakan acuan musim sebagai siklus tanam dan pencahayaan, pembudidaya di luar negri menandainya dengan hari ganja sedunia pada bulan april atau tanggal 20 [4/20],sedangkan di indonesia yang mengalami dua musim, masa tanam budidaya luar ruangan yang disarankan adalah ketika awal musim penghujan antara bulan Oktober-November.

pemupukan
pemupukan faktor penting yang sangat perlu diperhatikan oleh pembudidaya.tanaman ganja memerlukan unsur utama dalam tumbuh yaitu NPK, dalam fase ini pemberian pupuk sangat memperngaruhi produksi tanaman,perbandingan dalam pemberian pupuk NPK  tersebut perlu diperhatikan, tanaman ganja dengan jenis sativa dan indica berbeda dalam pemberian pupuk pada fase ini, tanaman indica membutuhkan konsentrasi pupuk yang lebih banyak daripada tanaman sativa,kesalahan yang sering dilakukan dalam pemberian konsentrasi perbandingan pupuk inilah yang sering membuat tanaman ganja mengalami pemupukan berlebih/over atau mengalami kekurangan pupuk yang dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman ganja.
sebagai sumber kebutuhan hidup tanaman ganja pada fase ini diperlukan perbandingan kandungan konsentrasi NPK dengan kadar N [Nitrogen] yang lebih besar, nitrogen sangat berguna sebagai pembuat sel hijau daun pada proses pertumbuhan. untuk jenis sativa yang ada di indonesia jika menggunakan media tanam tanah,pada fase vegetatif ini kita bisa memberikan perbandingan pupuk NPK dengan rasio 16-8-8 atau 20-10-10.
kadangkala beberapa pembudidaya menggunakan perbandingan 20-20-20 untuk pupuk NPK jika diberikan siklus cahaya 24jam masa terang namun itu tidak mutlak.
Pupuk NPK 16-8-8
Pupuk NPK 16-8-8
utuk budidaya luar ruangan kita dapat memanfaatkan pupuk kandang sebagai sarana pemupukan, pada masa ini kotoran sapi yang mengandung banyak unsur nitrogen sangat baik guna pertumbuhan tanaman ganja yang sehat dan kuat.
udara dan temperatur
pada fase vegetatif ini perlu juga diperhatikan untuk kondisi udara dan temperatur untuk budidaya dalam ruangan kondisi suhu yang baik adalah 24°C pada siklus cahaya , dan 22°C pada masa gelap, serta kelembaban 50% baik pada siklus terang maupun gelap.
sirkulasi udara juga perlu diperhatikan, pastikan udara dapat terus bersirkulasi jika menggunakan teknik budidaya dalam ruangan,baik siklus cahaya atau siklus gelap.
Fase Vegetatif Tanaman Ganja Dalam Ruangan
Share:

Jenis tanaman Ganja

Secara umum ganja dapat digolongkal menjadi 3 yaitu , indica , sativa dan ruderalis.
Jenis ganja
Jenis ganja

Mengapa ganja ini menjadi sebuah tanaman favorit di berbagai kalangan di seluruh dunia, keajaiban tanaman ganja sudah banyak di jelaskan di internet, dan berbagai penelitian. lantas bagaimana dengan Indonesia? indonesia adalah salah satu negara yang memproduksi ganja dalam jumlah yang sangat banyak tiap tahunnya. akan tetapi sangat sedikit sekali informasi yang membahas dan memaparkan bagaimana ganja tersebut dapat tumbuh di tanah indonesia yang sangat subur ini,di sini  kami akan sedikit memberikan gambaran tentang bagaimana ganja tersebut tumbuh.

Sedikit tentang pola hidup tanaman ganja ganja mengalami beberapa siklus selama masa pertumbuhannya, yaitu berawal dari masa pembenihan, fase bibit, fase vegetatif , fase pra-pembungaan kemudian memasuki masa berbunga dan memproduksi biji.
Tanaman ganja dapat hidup dimanapun asalkan beberapa syarat dapat terpenuhi yaitu antara lain :
  • Cahaya
  • Udara
  • Media Tanam
  • Suhu dan Udara
  • Nutrisi Makanan
  • Air
Faktor tersebut yang mempengaruhi tanaman ganja tersebut dapat tumbuh, dengan koondisi yang sesuai maka tanaman ganja akan tumbuh dengan hasil yang sempurna
Share:

Sekilas Budidaya Ganja

Tanam ganja Luar RuanganBeberapa hal yang mempengaruhi budidaya ganja di Luar ruangan Antara Lain ialah, Faktor keamanan,suhu udara, titik pencahayan dari matahari, dan juga kandungan nutrisi dalam tanah, berbeda dengan menanam dalam ruangan yang membutuhkan berbagai macam peralatan dan biaya yang harus dikeluarkan agar ganja dapat tumbuh,  jika untuk bercocok tanam di luar ruangan kita mendapatkan sumber cahaya yang gratis dan udara yang tersedia terus menerus, maka persiapan yang harus dilakukan untuk melakukan penanaman ganja di luar ruangan adalah:


Ganja Dalam ruanganSedikit tentang pembahasan mengenai teknik yang umum dipakai dalam budidaya ganja di seluruh dunia termasuk Indonesia.secara umum budidaya tanaman ganja di bagi menjadi dua jenis yaitu budidaya dalam ruangan dan budidaya luar ruangan,keduanya di bagi menjadi beberapa teknik lagi yang nantinya akan di paparkan lebih detail pada posting-posting berikutnya.
Ganja Dalam ruangan

Budidaya Ganja Dalam Ruangan.
budidaya ganja dalam ruangan adalah menanam pohon ganja di dalam suatu ruangan yang di sesuaikan dengan kondisi dimana tanaman ganja dapat tumbuh.kebutuhan yang paling utama adalah cahaya,karena kondisi tempat adalah di dalam ruangan maka diperlukan cahaya agar tanaman ganja dapat hidup, cahaya alami yang biasanya dapat di peroleh dari sinar matahari jika di luar ruanga, akan dipenuhi oleh lampu sebagai media pencahayaan.
Lampu
lampu disini akan disesuaikan dengan kondisi ukuran ruangan dan juga jumlah tanaman serta masa pertumbuhan tanaman ganja tersebut, untuk ukuran ruangan yang cukup besar dengan penataan jumlah tanaman yang cukup banyak maka jenis lampu Metal Halide sangat baik digunakan untuk masa vegetatif dan masa berbunga.
Lampu Metal Halide
lampu Metal Halide tersedia dalam ukuran watt antara lain: 150,175,250,400,600,1000,1100.
Lampu Metal Halideselain itu untuk kebutuhan cahaya guna foto sintetis tanaman ganja bisa menggunakan lampu HPS (High Pressure Sodium), dan pilihan yang paling purah adalah dengan menggunakan lampu dengan jenis CFL(Compact Fluorescent Lamps) yang dapat di temukan di toko peralatan elektronik terdekat.utuk pencahayaan buata waktu pencahayaan dapat ditentukan dari usia dan masa pertumbuhan dari tanaman ganja sendiri.
Udara
tanaman ganja perlu karbondioksida sebagai bahan baku utuk melakukan fotosintetis,di alam bebas tanaman ganja memerlukan sirkulasi udara agar pertumbuhannya optimal, maka dalam penanaman ganja dalam ruangan diperlukan juga suhu atmosfer dan sirkulasi udara yang baik. secara sederhana kebutuhan udara dari ruangan dapat dipenuhi melalui kipas angin dan ventilasi udara.
Kipas Angin
Air
kebutuhan akan air bagi pertumbuhan ganja sangatlah penting, dalam penanaman ganja dalam ruangan,jika menggunakan media tanam berupa tanah maka intensitas penyiramannya di tentukan melalui berbagai faktor, antara lain ialah suhu udara, usia dan masa pertumbuhan tanaman, air juga diperlukan jika metode tanam yang digunakan adalah menggunakan teknik hidroponik.
Tanah dan Pupuk
Tanah yang digunakan Bagi tanaman Ganja kecuali menggunakan metode tanam hidroponik. tanah yang digunakan ialah tanah yang mempunyai cukup kandungan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh, Nutrisi pokok yang diperlukan oleh ganja ialah NPK – Nitrogen , Fosfor dan Kalium, pemberian nutrisi tambahan disesuaikan pada kondisi dan usia tanaman, hal ini akan di jelaskan pada posting sendiri.
Budidaya Ganja Di Luar Luangan.
mencari tempat yang tidak diketahui oleh orang lain (aman)
keamanan dalam bercocok tanam pohon ganja sangatlah perlu diperhatikan, resiko menanam ganja di luar ruangan lebih besar,maka faktor kerahasiaan sangatlah penting.
memperhatikan kondisi pergerakan matahari
kunci pokok pertumbuhan ganja adalah pada pencahayaannya, sehingga perlu diperhatikan siklus perputaran matahari yang menyinari tanaman ganja.
kondisi tanah
sebagai pemernuhan nutrisi bagi pertumbuhan tanaman maka dibutuhkan banyak sekali nuterisi tanah, tanaman ganja merupakan tanaman yang rakus akan unsur hara dalam tanah,sehingga pemilihan atau penambahan nutrisi untuk penanaman diperlukan.
ketersediaan air
ketersediaan air yang mencukupi sangat diperlukan untuk tanaman ganja yang tumbuh di luar ruangan.
di indonesia sendiri beberapa petani menggunakan tehnik gerilya , yaitu penanaman ganja di luar ruangan yang dilakukan di hutan atau tempat tempat yang jarang di jamah serta jauh dari pemukiman, seperti halnya pada daerah sekitar aceh dan sumatra utara, vegetasi tanah dan iklim yang sangat mendukung unuk tempat tumbuhnya ganja menjadikan banyak sekali petani yang bercocok tanam ganja luar ruangan dengan metode dan teknik ini.
Tanam Ganja GerilyaSekilas tentang budidaya ganja,secara detail tentang berbagai metode dan teknik penanaman ganja akan di bahas dalam tiap posting yang akan datang, saat ini kami sedang berusaha menyusun segala informasi secara rinci agar dapat menjadi sumber informasi mengenai penanaman ganja.
Share:

Kontak Order

Nama

Email *

Pesan *

Counter

pcash

Ganja / Marijuana Online Shop

Ganja / Marijuana Online Shop

Daftar Isi Blog

Total Tayangan Laman