Laman

Tampilkan postingan dengan label Efek Ganja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Efek Ganja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Desember 2013

Catatan sejarah dan penelitian dari efek ganja pada etos kerja dari berbagai daerah dan suku bangsa.

Petani di Kolombia menyebut ganja sebagai "animo" dan "fuerza" atau "semangat" dan "kekuatan" yang bisa membuat mereka bekerja berjam-jam di ladang tanpa merasakan lelah.

Seorang penjelajah benua Afrika yang terkenal, Dr Livingstone, membuat catatan mengenai pejuang-pejuang Zulu yang menghisap ganja sebelum perang, Livingstone menyebutkan, “Mereka duduk dan menghisapnya, dengan tujuan agar mereka dapat melakukan perburuan dengan efektif.” Dr. Livingstone juga mengamati perilaku mengkonsumsi ganja pada suku Sotho. Ia menemukan bahwa menghisap ganja merupakan kegiatan komunal yang dilakukan dengan alat hisap berupa pipa air dari bambu. Livingstone menggambarkan bahwa setiap orang yang hadir pada ritual ini menghisap dalam-dalam asap ganja, sambil menahan sekuat tenaga terhadap reaksi batuk dari otot-otot tenggorokan dan dada sebelum kemudian menyerahkan pipa tersebut ke teman disebelahnya (Livingstone, 1865: 286-287).

Studi Jamaika (1976) yang menyeluruh mengenai pemakaian ganja selama bertahun-tahun di Jamaika menyebutkan bahwa, ”Untuk energi, ganja dikonsumsi pada pagi hari, pada waktu istirahat di tengah rutinitas kerja, atau tepat sebelum melakukan suatu pekerjaan yang berat... efek dari dosis kecil ganja pada situasi alamiah tidak dapat diabaikan, sementara konsentrasi pada tugas kerja itu sendiri meningkat dengan jelas setelah merokok.”

Pada masa renaissance di eropa, antusiasme tentang sifat psikoaktif tanaman ganja mulai dipicu oleh tulisan-tulisan Garcia da Orta, seorang yahudi spanyol yang mengunjungi India di tahun 1563. Garcia menggambarkan efek ganja dalam kalimat sebagai berikut; “Manfaat dari pemakaiannya adalah seseorang dapat menjadi orang yang lain dan diangkat darinya segala kecemasan dan ia menjadi tertawa karena alasan yang bodoh”. Dalam kalimat yang lain Garcia menceritakan; ”Para pembantuku yang memakainya, tanpa sepengetahuanku, mengatakan bahwa ganja membuat mereka tidak merasakan lelahnya kerja, menjadi sangat gembira dan meningkatkan nafsu makan”.

Share:

Sex tahan lama dengan Ganja


Ingin Merasakan Sex Yang Lebih Nikmat? Hisaplah Ganja
Pada zaman India kuno, ganja sudah digunakan dalam sistem pengobatan Ayurvedic untuk tujuan meningkatkan libido, mempertahankan ereksi, menunda ejakulasi dan memfasilitasi pelumasan pada alat kelamin wanita.
Beberapa praktisi seks Tantra menganjurkan untuk meminum Bhang, yaitu semacam milkshake yang terbuat dari ganja dan rempah yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan seksual. Menurut salah satu sumber, pekerja seks wanita di India makan serbat bhang untuk membantu mereka agar terangsang.
Pada abad ke-19, perempuan perawan di Serbia diberi campuran lemak domba dan ganja pada malam pernikahan mereka agar hubungan sex tidak terasa sakit pada malam pengantin (hubungan sex pertama). Maroko, Mesir, Lebanon dan bangsa Timur Tengah lainnya dan juga budaya Afrika Utara menggunakan ganja untuk tujuan seksual yang dikenal dengan nama Kif di awal abad ke-20.
Disamping dapat mempertinggi indra, ganja juga bisa membuat orang menjadi lebih santai dan membuat orang merasakan efek fisiologis.
Bersamaan dengan peningkatan denyut jantung, perubahan aliran darah dan respirasi, menurut William Novak, penulis buku High Culture: Marijuana Dalam Kehidupan Orang Amerika; "Neurochemistry, hormonal systems and brain regions such as the temporal lobe are affected by both marijuana and sexual arousal." 
Ingin Merasakan Sex Yang Lebih Nikmat? Hisaplah Ganja
THC (delta-9-tetrahydrocannabinol), bahan aktif yang terdapat pada ganja dapat melepaskan dopamin di otak yang menyebabkan "High" (tinggi/giting) dan THC dapat meniru efek anandamide, yaitu efek seksi yang alamiah yang disebut neurokimia.
Akan tetapi ganja tidak selalu berhubungan dengan kemampuan seks. Bagi para biarawan, ganja memiliki efek berlawanan. Pertapa dan biksu justru menggunakan ganja untuk membebaskan diri dari hasrat seksual. Selain digunakan untuk membantu mereka selama bermeditasi, ganja juga digunakan untuk mencegah keinginan seksual mereka.
Dalam konteks hubungan seksual, mengkonsumsi ganja sebelum melakukan hubungan sex akan membuat konsentrasi menjadi sulit untuk fokus pada pasangan sebab pikiran Anda akan disibukan dengan merenungkan makna kehidupan. Atau ketika Anda sedang giting, anda akan menjadi terlalu berlebihan menyadari segala sesuatu yang salah dalam hubungan Anda.
Efek ganja dalam hubungan sex tergantung pada penerimaan seseorang terhadap ganja itu sendiri. Pada pasangan yang mengkonsumsi ganja, mungkin salah satu (pria/wanita) dapat merasakan mood sedangkan yang satunya lagi tidak. Atau salah satunya harus benar-benar giting baru bisa merasakan kenikmatan seksualitas yang tinggi.
Ganja dan kualitas hubungan sex
Memang, ketika kita sedang menggunakan ganja, kita akan banyak merasakan sesuatu hal yang sangat baik. Tetapi penggunaan ganja yang terlalu banyak dalam jangka yang sangat panjang dapat mengakibatkan rendahnya motivasi untuk melakukan hubungan seks.
Ada beberapa orang yang melaporkan adanya peningkatan libido. Dalam satu studi, beberapa pasangan mengatakan mereka mencapai kenikmatan sex yang lebih besar. Pada pria ereksi menjadi lebih keras dan pada wanita mereka menjadi lebih basah dan lebih mampu mencapai orgasme saat sedang giting.
Masyarakat umumnya percaya bahwa menghisap ganja dapat menyebabkan kerusakan sistem reproduksi, yang berpengaruh pada produksi testosteron dan hormon lain yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kesuburan, menstruasi dan mengurangi ereksi pada pria. Kelompok Prohibitionists (penentang legalisasi ganja) mengatakan “Ganja akan menurunkan jumlah sperma Anda." Akan tetapi hasil penelitian ilmiah selalu bertentangan dengan argumen mereka.
Memang benar bahwa sel-sel dari sistem reproduksi akan sangat tinggi pada orang gemuk dan ini menyebabkan penyerapan dan penyimpanan THC lebih banyak daripada kebanyakan sel lainnya dalam tubuh. Inilah faktor yang menyebabkan beberapa peneliti percaya bahwa ganja dapat menurunkan kadar testosteron. Tetapi pada beberapa kasus, pengguna ganja pria dapat mengembangkan "man boobs" mereka dengan melokalisasi deposit lemaknya.
Menurut Novak, "Belum pernah ada penelitian epidemiologi yang membuktikan adanya peningkatan infertilitas pada ganja yang dikonsumsi manusia. Penelitian mengenai tingkat reproduksi secara keseluruhan tidak menemukan adanya penurunan tingkat reproduksi di negara-negara di mana tingkat penggunaan ganja sangat tinggi. (cpt)
Share:

Antara Ganja dan tembakau

Ganja yang di campur dengan tembakau 
 
 
 
 
 
Mencampur ganja dengan tembakau tidak saja akan mengurangi rasa nikmat dari ganja yang kita hisap, akan tetapi lebih daripada itu, mencampur ganja dengan tembakau menjadikan ganja tidak sehat.
Banyak orang yang mencampur ganja dengan tembakau dengan alasan agar ganja yang dihisap tidak terlalu berat dan menjadi sedikit lebih lembut. Ada juga yang mencampur ganja dengan tembakau agar jumlah ganja yang dilintingnya menjadi lebih banyak. Padahal dengan mencampur ganja dengan tembakau membuat ganja menjadi tidak murni masuk kedalam tubuh kita. THC (tetrahydrocannabinol) yang tercampur dengan nikotin dapat menggangu kesehatan kita. Oleh karena itu sebagai aktifis ganja dan sesama pengguna ganja seharusnya menegur dan mengingatkan orang yang melinting ganja dengan campuran tembakau.
Berikut ini adalah tiga alasan penting yang perlu diketahui pengguna ganja untuk tidak mencampur ganja yang dihisapnya dengan tembakau.
(I). Tidak Sehat
Ganja memiliki banyak manfaat pada tubuh manusia, bukan hanya membuat orang merasa high (tinggi/giting). Penelitian terbaru membuktikan bahwa mengkonsumsi ganja secara murni dapat membantu mengurangi risiko beberapa jenis penyakit kanker dan penyakit lainnya. Sedangkan jika kita merokok ganja dengan campuran tembakau, ganja yang kita hisap akan tercampur dengan nikotin yang dapat merusak zat THC yang ada dalam ganja.
(II). Kecanduan yang berhubungan dengan nikotin
Untuk penikmat ganja yang bukan perokok tembakau, mencampur ganja dengan tembakau sama dengan meletakkan substansi lain yang super adiktif yang bernama nikotin masuk ke dalam sistem tubuh. Hal ini dapat menyebabkan gejala penarikan fisik dan keinginan untuk menghisap ganja jauh lebih banyak dari jumlah yang sebenarnya kita butuhkan. Untuk penikmat ganja yang juga perokok tembakau, mencampur ganja dengan tembakau akan membangun hubungan antara nikotin dan zat aktif (THC) yang ada pada mariyuana. Jika Anda ingin menjadi pengguna ganja yang murni dan berniat untuk berhenti atau mengurangi merokok tembakau, kebiasaan mencampur ganja dengan tembakau akan menyulitkan Anda dalam usaha berhenti merokok.
(III). Mencampur ganja dengan tembakau akan membunuh aroma dan rasa asli dari ganja
Salah satu bagian paling menyenangkan dari menghisap ganja adalah merasakan sensasi asap yang masuk kedalam paru-paru. Kira-kira sama seperti orang yang merokok cerutu. Ganja memiliki ribuan strain (hasil perkawinan silang dari beberapa jenis ganja) dengan berbagai sensasi rasa dan aroma. Mencampur ganja bersama tembakau akan mencemari rasa dan aroma strain ganja yang khas.
Bagaimana menurut pendapat anda mengenai kebiasaan mencampur ganja dengan tembakau? Apakah anda sering melakukannya? Silahkan berikan komentar anda di bawah ini.
Share:

Ganja dalan urina


Tes Urine adalah salah satu cara yang paling sering dilakukan polisi ketika memeriksa apakah seseorang adalah pengguna ganja atau tidak. Selain tes urin ada beberapa cara lain yang dilakukan polisi atau dokter, yaitu tes darah (blood testing) dan tes rambut (hair testing). Namun tes urin adalah cara yang paling mudah bagi polisi untuk mengetahui tersangka dalam kasus tindak pidana narkotika apakah ia adalah pemakai atau bukan.
Orang yang baru saja mengkonsumsi ganja dapat diketahui melalui air seni selama 2 sampai 5 hari. Untuk pengguna berat antara 1 sampai 15 hari dan untuk pengguna ganja dengan lemak tubuh yang tinggi bisa sampai 30 hari. Untuk pemeriksaan melalui sampel rambut bisa sampai 90 hari. Pada pemeriksaan melalui sampel darah, untuk pengguna aktif antara 1 sampai 2 hari. Namun pada penelitian terbaru mengatakan bahwa ganja dapat dideteksi dalam darah manusia sampai 1 bulan untuk pengguna berat. (cpt)
Share:

Sabtu, 04 Mei 2013

Efek Konsumsi Ganja

BANYAK orang yang telah menggunakan ganja (marijuana) sebagai pengobatan medis selama ribuan tahun. Marijuana telah dipuji sebagai resep untuk berbagai macam penyakit. Dokter bahkan pernah menggunakannya untuk merangsang nafsu makan, menghilangkan rasa sakit kronis, serta mengobati asma dan migrain.


Namun, meski faktanya marijuana telah terdaftar sebagai tanaman obat yang disetujui di US Pharmacopeia pada 1940-an, ganja tetap saja memiliki efek yang buruk bagi tubuh.

Ganja mengandung bahan aktif yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC), zat psikoaktif yang sangat kuat. Hal ini bertanggung jawab atas potensi dan efek keracunan. Penurunan memori jangka pendek di beberapa pengguna adalah salah satu efek dari mengkonsumsi ganja.

Sementara efek lainnya, antara lain auditory atau halusinasi visual, amnesia, peningkatan nafsu makan, peningkatan atau penurunan kenikmatan seksual, peningkatan sensasi, memvariasikan tingkat euforia, mulai dari perasaan kesejahteraan umum dengan efek tawa panjang, mulut kering sementara, serta memvariasikan jumlah paranoia dan kecemasan di beberapa pengguna.

Sementara efek bagi paru-paru terbukti bahwa orang yang merokok ganja secara teratur mungkin memiliki banyak masalah pernapasan dibandingkan dengan perokok tembakau, demikian seperti yang dilansir Steadyhealth.

Masalah-masalah ini termasuk batuk harian dan produksi dahak, lebih sering penyakit dada akut, peningkatan risiko infeksi paru-paru dan kecenderungan yang lebih besar terhadap saluran udara terhambat. Bahkan parahnya, agen penyebab kanker telah ditemukan dalam asap ganja daripada dalam asap tembakau.

Banyak pengguna muda yang mengatakan bahwa kecanduan ganja adalah hal yang tidak mungkin. Ini tentu saja tidak benar. Penggunaan ganja jangka panjang dapat menyebabkan kecanduan bagi sebagian orang, yang berarti bahwa mereka menggunakan obat kompulsif meskipun mengganggu keluarga mereka, sekolah, pekerjaan, dan kegiatan rekreasi.

Ketika seseorang secara kimiawi tergantung pada ganja, itu berarti bahwa ia harus menggunakan lebih dan lebih untuk mendapatkan efek yang sama. Gejala-gejala penarikan yang paling umum adalah: depresi, gangguan tidur dan mual.
Share:

Kontak Order

Nama

Email *

Pesan *

Counter

pcash

Ganja / Marijuana Online Shop

Ganja / Marijuana Online Shop

Daftar Isi Blog

Total Tayangan Laman